Jika Menjadi Seorang IT Auditor

June 28, 2012 at 2:32 pm (Tugas)

Pada kesempatan ini penulis akan menjelaskan gambaran pekerjaan jika menjadi auditor IT, apa saja hal yang akan dilakukan dan yang tidak harus dilakukan oleh seorang auditor. serta akan disampaikan resiko-resiko yang akan dihadapi oleh seorang auditor.
Pertama akan dijelaskan terlebih dahulu apa itu audit IT. Audit IT merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan. sehingga menjadi Seorang auditor IT itu tidaklah mudah karena harus bertanggung jawab terhadap  gagalnya pengembangan sistem informasi yang menyebabkan kerugian serta menuntut kedisiplinan kerja secara profesional.
Agar dapat memahami proses audit teknologi informasi, setidaknya harus memahami jenis/bagian secara umum dari teknologi informasi itu sendiri yang terdiri atas:

Systems and Applications
Pada bagian ini mewakili bagaimana sebuah data diproses melalui aplikasi perangkat lunak komputer yang dikelola melalui suatu sistem yang biasanya terdiri atas tingkatan hierarkis yang mengikuti aturan bisnis yang berlaku di organisasi yang menggunakannya. Sehingga proses auditnya sendiri akan meliputi verifikasi terhadap sistem dan aplikasinya apakah handal, efisien serta memiliki kontrol yang melekat untuk memastikan kebenaran, kehandalan, kecepatan maupun keamanan pada saat pengiriman, pemrosesan serta pengeluaran informasi di setiap tingkatan kegiatan sistem.
Information Processing Facilities
Merupakan komponen yang terkait dengan fasilitas-fasilitas yang digunakan untuk mengolah informasi di suatu organisasi. Biasanya ini terkait dengan perangkat keras seperti misalkan scanner, komputer server, formulir, dsb. Di komponen teknologi informasi ini dilakukan verifikasi untuk memastikan apakah fasilitas pemrosesan terkendalikan untuk memastikan kecepatan, ketepatan dan tingkat efisiensi dari aplikasi-aplikasi berada dalam kondisi normal serta di bawah kemungkinan adanya potensi kerusakan/gangguan.
Systems Development
Adalah bagian dari proses pembangunan maupun pengembangan dari sistem yang sudah ada dalam suatu organisasi sesuai tujuan-tujuan aktivitasnya. Proses audit pada komponen ini ditujukan untuk memverifikasi apakah setiap sistem yang sedang dalam proses pengembangan sesuai dengan tujuan/pedoman/arahan/visi/misi dari organisasi penggunanya. Selain itu proses audit pada bagian ini juga ditujukan untuk memastikan apakah selama proses pengembangan sistem sesuai dengan standar-standar yang secara umum digunakan dalam pengembangan sistem.
Management of IT and Enterprise Architecture
Pengelolaan atas teknologi informasi serta arsitektur seluruh lingkup internal organisasi yang disesuaikan dengan struktur dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen adalah sangat penting. Pentingnya hal tersebut memerlukan proses audit yang dilaksanakan untuk memastikan apakah segenap lingkungan/komponen organisasi dalam pemrosesan informasinya dilakukan secara terkendali dan efisien.
Client/Server, Telecommunications, Intranets, and Extranets
Komputer, peralatan telekomunikasi, sistem jaringan komunikasi data elektronik (intranet/extranet) serta perangkat-perangkat keras pengolahan data elektronik lainnya adalah komponen dari sebuah teknologi informasi. Audit di bagian ini menjadi penting untuk melakukan verifikasi atas seperangkat pengendalian pada infrastruktur perangkat keras yang digunakan dalam pemrosesan serta komunikasi data secara elektronik dalam suatu sistem jaringan yang terintegrasi.
Dimana dalam melaksakan proses audit teknologi/sistem informasi meliputi tahapan-tahapan berikut :
Planning
Pada tahapan ini lakukan perencanaan menyeluruh atas hal-hal mendasar seperti:
  • Fokus komponen yang akan diaudit
  • Alat (framework) yang akan digunakan sebagai pedoman pelaksanaan audit
  • Kebutuhan sumber daya yang diperlukan
  • Hasil akhir yang diinginkan dari proses audit
  • Jadual kegiatan
  • Rencana Anggaran Biaya jika menggunakan jasa pihak lainnya
Studying and Evaluating Controls
Pada tahap ini setelah kita mempelajari bagaimana kondisi dari obyek audit kita. Biasanya secara mendasar fokus dari audit adalah kemampuan pengendalian/kontrol atas obyek tersebut. Kemudian dari hasil melakukan analisis tersebut disusun evaluasi atasnya.

Testing and Evaluating Controls
Setelah mempelajari dan mengevaluasi hasil analisisnya, tahap berikutnya adalah melakukan serangkaian pengujian atas obyek audit kita.
Pengujian tersebut tentunya menggunakan standar-standar baku berdasarkan framework yang sudah ditetapkan sebelumnya untuk digunakan dalam proses audit.
Sama halnya dengan tahapan sebelumnya, inti dari proses audit adalah melakukan telaah uji atas kemampuan pengendalian atas setiap aspek dari sumber daya teknologi informasi yang ada berdasarkan batasan-batasan yang sudah disepakati sebelumnya.
Hasil dari pengujian tersebut kemudian dievaluasi untuk disusun dalam laporan hasil pemeriksaan.
Reporting
Seluruh tahapan yang telah dilakukan sebelumnya dalam proses audit teknologi informasi kemudian didokumentasikan dalam suatu laporan hasil pemeriksaan/audit.
Follow-up
Hasil dari laporan hasil pemeriksaan/audit kemudian ditindaklanjuti sebagai acuan para pemegang kebijakan di setiap tingkatan manajemen organisasi dalam menentukan arah pengembangan dari penerapan teknologi informasi di organisasi tersebut.
Risiko-risiko yang mungkin ditimbulkan sebagai akibat dari gagalnya pengembangan suatu sistem informasi, antara lain :
  • Biaya pengembangan sistem melampaui anggaran yang ditetapkan.
  • Sistem tidak dapat diimplementasikan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
  • Sistem yang telah dibangun tidak memenuhi kebutuhan pengguna.
  • Sistem yang dibangun tidak memberikan dampak effisiensi dan nilai ekonomis terhadap jalannya operasi institusi, baik pada masa sekarang maupun masa datang.
  • Sistem yang berjalan tidak menaati perjanjian dengan pihak ketiga atau memenuhi aturan yang berlaku.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Audit_teknologi_informasi
http://www.ebizzasia.com/0217-2004/focus,0217,04.htm
http://www.setiabudi.name/archives/98
http://www.fawazfauzan.co.cc/

Permalink Leave a Comment

IT Forensic

May 17, 2012 at 3:46 pm (Tugas)

IT Forensic

Definisi sederhana, yaitu penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software dan tool untuk memelihara barang bukti tindakan kriminal.

Tujuan

Adalah untuk mengamankan dan menganalisa bukti digital. Kejahatan Komputer dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Komputer fraud.
2. Komputer crime.

Terminologi

A. Bukti digital (digital evidence).
B. Empat elemen kunci forensik dalam teknologi informasi, antara lain :

1. Identifikasi dari bukti digital.
Merupakan tahapan paling awal forensik dalam teknologi informasi. Pada tahapan ini dilakukan identifikasi dimana bukti itu berada, dimana bukti itu disimpan dan bagaimana penyimpanannya untuk mempermudah tahapan selanjutnya.

2. Penyimpanan bukti digital.
Termasuk tahapan yang paling kritis dalam forensik. Bukti digital dapat saja hilang karena penyimpanannya yang kurang baik.

3. Analisa bukti digital.
Pengambilan, pemrosesan, dan interpretasi dari bukti digital merupakan bagian penting dalam analisa bukti digital.

4. Presentasi bukti digital.
Proses persidangan dimana bukti digital akan diuji dengan kasus yang ada. Presentasi disini berupa penunjukkan bukti digital yang berhubungan dengan kasus yang disidangkan.

Investigasi kasus teknologi informasi.

1. Prosedur forensik yang umum digunakan, antara lain :
a. Membuat copies dari keseluruhan log data, file, dan lain-lain yang dianggap perlu pada suatu media yang terpisah.
b. Membuat copies secara matematis.
c. Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang dikerjakan.

2. Bukti yang digunakan dalam IT Forensics berupa :
a. Harddisk.
b. Floopy disk atau media lain yang bersifat removeable.
c. Network system.

3. Beberapa metode yang umum digunakan untuk forensik pada komputer ada dua yaitu :
a. Search dan seizure.
b. Pencarian informasi (discovery information).

Sumber

Permalink Leave a Comment

IT Auditor

May 17, 2012 at 3:44 pm (Tugas)

Secara umum Audit IT adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer.

Audit IT sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science.

Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.

Jenis – Jenis Audit IT :
1. Sistem dan aplikasi.
2. Fasilitas pemrosesan informasi.
3. Pengembangan sistem.
4. Arsitektur perusahaan dan manajemen TI.
5. Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstranet.

Dalam praktiknya, tahapan-tahapan dalam audit IT tidak berbeda dengan audit pada umumnya, sebagai berikut :
1. Tahapan Perencanaan.
2. Mengidentifikasikan reiko dan kendali.
3. Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan bukti-bukti..
4. Mendokumentasikan.
5. Menyusun laporan.

beberapa alasan penting mengapa Audit IT perlu dilakukan, antara lain :
1. Kerugian akibat kehilangan data.
2. Kesalahan dalam pengambilan keputusan.
3. Resiko kebocoran data.
4. Penyalahgunaan komputer.
5. Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan.
6. Tingginya nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer.

sumber

Permalink Leave a Comment

UNDANG-UNDANG CYBERCRIME

April 10, 2012 at 7:07 am (Tugas)

Kejahatan dunia maya (Inggris: cybercrime) adalah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit/carding, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll.

Walaupun kejahatan dunia maya atau cybercrime umumnya mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer sebagai unsur utamanya, istilah ini juga digunakan untuk kegiatan kejahatan tradisional di mana komputer atau jaringan komputer digunakan untuk mempermudah atau memungkinkan kejahatan itu terjadi.

Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai alat adalah spamming dan kejahatan terhadap hak cipta dan kekayaan intelektual. Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai sasarannya adalah akses ilegal (mengelabui kontrol akses), malware dan serangan DoS. Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai tempatnya adalah penipuan identitas. Sedangkan contoh kejahatan tradisional dengan komputer sebagai alatnya adalah pornografi anak dan judi online. Beberapa situs-situs penipuan berkedok judi online seperti http://www.fastbet99.com dan salah satu grupnya http://www.agent1388bet.com termasuk dalam sebuah situs yang merupakan situs kejahatan di dunia maya yang berhasil dibongkar Aparat Subdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. sumber

Untuk menindak lanjuti CyberCrime tentu saja diperlukan CyberLaw (Undang – undang khusus dunia Cyber/Internet). Selama ini landasan hukum CyberCrime yang di Indonesia menggunakan KUHP (pasal 362) dan ancaman hukumannya dikategorikan sebagai kejahatan ringan, padahal dampak yang ditimbulkan bisa berakibat sangat fatal. Indonesia dibandingkan dengan USA, Singapura, bahkan Malaysia memang cukup ketinggalan dalam masalah CyberLaw ini. Contohnya Singapura telah memiliki The Electronic Act 1998 (UU tentang transaksi secara elektronik), serta Electronic Communication Privacy Act (ECPA), kemudian AS mempunyai Communication Assistance For Law Enforcement Act dan Telecommunication Service 1996.

Landasan Hukum CyberCrime di Indonesia, adalah KUHP (pasal 362) dan ancaman hukumannya dikategorikan sebagai kejahatan ringan, padahal dampak yang ditimbulkan oleh CyberCrime bisa berakibat sangat fatal. Beberapa indikator penyalahgunaan sarana dan prasarana di Internet, antara lain :

1. Menjamurnya warnet hampir setiap propinsi di tanah air yang dapat digunakan sebagai fasilitas

untuk melakukan tindak kejahatan CyberCrime, disebabkan tidak tertibnnya sistem administrasi

dan penggunaan Internet Protocol/IP Dinamis yang sangat bervariatif.

2. ISP (Internet Service Provider) yang belum mencabut nomor telepon pemanggil yang meng –

gunakan Internet.

3. LAN (Local Area Network) yang mengakses Internet secara bersamaan (sharing), namun

tidak mencatat dalam bentuk log file aktifitas dari masing – masing client jaringan.

4. Akses Internet menggunakan pulsa premium, dimana untuk melakukan akses ke Internet, tidak

perlu tercatat sebagai pelanggan sebuah ISP. sumber

 

Permalink Leave a Comment

Penjelasan Etika dan Profesionalisme TSI

March 21, 2012 at 3:18 pm (Uncategorized)

<eror>

Permalink Leave a Comment

RIVIEW BLOG

March 6, 2012 at 3:44 pm (Uncategorized)

Permalink Leave a Comment

Penjelasan dan Cara Root Android

December 12, 2011 at 4:28 am (Uncategorized)

Root? apaan itu root? bagi para pengguna android tentu tidak asing dengan istilah ini, tapi apa sebenarnya kelebihan  root? dampak dari root? yuk kita simak…

Root yaitu untuk memberikan hak akses penuh kepada pengguna android untuk dapat masuk ke sistem android tersebut. Dalam arti kata pengguna dapat menambah, memodifikasi, meupun mengurangi/menghapus file2 yang ada pada sistem android yang apabila android dalam keadaan standard (belum root) file2 tersebut tidak dapat diakses. Jika dianalogikan seperti halnya pada windows, fungsi root yaitu memberikan hak administrator pda perangkat android anda.

Kelebihan setelah di root?

Seperti pada penjelasan di atas selain memberikan akses administrator, anda dapat menginstalasi aplikasi yang hanya bisa jalan pada android yang sudah root, contohnya aplikasi : root explorer, font changer dan sebagainya. Anda juga dapat melakukan overclocking CPU android. Dapat dengan mudah memindah aplikasi2 ke microsd.

Dampak/kekurangan setelah android di root?

Dampaknya yaitu garansi akan hilang. Karena dengan kita root android kita sudah membuka segel android tersebut. Diibaratkan dengan PC ketika kita ingin menambah performa PC tersebut misal menambah ram atau kartu grafis maka kita  membuka segel casing PC tersebut. Dan menurut berbagai sumber yang saya baca jika terjadi gagal root maka android akan brick (mati) jika sudah begitu jalan satu2nya android harus di flash ulang. (sempat takut juga sih waktu saya mau root android saya, api akhirnya saya root juga deh hehe).

Trus gimana cara root android?

Oke sebelum menginjak ke proses root saya sarankan anda untuk membaca banyak review root untuk hp android anda. kebetulan hp yang saya pakai HUAWEI Ideos X1 (U8180).

Baik anda siapkan tool2nya :

  • driver hp android
  • Menggunakan Windows 7 atau jika anda menggunakan windows xp harus intall dulu microsoft .net framework minimal versi 2.0 jika belum punya minta mbah google.
  • superoneclick (portable tanpa install) download disini
  • Kabel data

langkah2:

  • setelah install dulu driver bawaannya
  • extrak hasil downloadan superoneclick, kemudian klik superoneclick.exe
  •  pada android anda setting debugging mode, caranya yaitu masuk ke menu setting >> development >> beri ceklist pada USB debugging.
  • setelah itu kita balik lagi ke superoneclick yang tadi sudah dibuka.
  • klik root tunggu sampai proses selesai (cuma bentar, waktu saya root kemarin ga sampai 10 detik sudah selesai).
  • Proses selesai dengan munculnya pesan Device rooted , kemudian klik ok.
  • Coba lihat pada menu aplikasi jika terdapat aplikasi bergambar tengkorak “superuser” berarti root berhasil.

Gimana? sudah jelas? mudah kan?

Saya peringatkan lagi untuk anda yang ingin root agar baca banyak2 artikel/review mengenai device/hp android yang and pakai.

selamat ber-experiment. sumber

Permalink 4 Comments

ASPEK BISNIS TI

December 1, 2011 at 5:07 pm (Tugas)

PENDAHULUAN

Bidang Teknologi Informasi memberi prospek pada bangsa Indonesia yang tengah dilanda krisis ekonomi. Industri lain saat ini ditandai dengan pemogokan buruh, pemungutan liar, dan gangguan fisik lainnya. Untuk itu bisnis Teknologi Informasi atau bisnis lain yang didukung oleh Teknologi Informasi perlu mendapat perhatian yang khusus karena sifatnya yang strategis bagi bangsa Indonesia.

Dua aspek penting dalam pengembangan bisnis yang berhubungan dengan Teknologi Informasi adalah infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). Selain kedua aspek tersebut, tentunya masih banyak aspek lain seperti finansial. Namun, lemahnya infrastruktur dan kelangkaan SDM merupakan penyebab utama lambannya bisnis IT.  Langkanya SDM IT yang handal merupakan masalah utama di seluruh dunia. Kelangkaan ini disebabkan meledaknya bisnis yang berbasis IT (dan khususnya bisnis yang berbasis Internet).

Prosedur Pendirian Badan Usaha IT

Dari beberapa referensi dijelaskan lingkungan usaha dapat dikelompokkan menjadi 2 faktor yaitu faktor lingkungan ekonomi dan faktor lingkungan non ekonomi.

Faktor lingkungan ekonomi meliputi segala kejadian atau permasalahan penting di bidang perekonomian nasional yang dapat mempengaruhi kinerja dan kelangsungan hidup dari suatu perusahaan. Sedangkan faktor lingkungan non ekonomi merupakan pristiwa atau isu yang menonjol dibidang politik,keamanan,sosial dan budaya yang mempengaruhi kelangsungan hidup pelaku usaha.

Dalam prakteknya faktor-faktor ekonomi dan non-ekonomi yang tidak dapat dikendalikan oleh pimpinan perusahaan sangat luas dan banyak ragamnya. Sehingga hal ini kadang-kadang membingungkan kita untuk dapat mengamatinya dengan baik . Pada bahasan ini kami pengelompokan berbagai ragam lingkungan eksternal ini menjadi 5(lima) dimensi lingkungan eksternal perusahaan.

Klasifikasi Dimensi Lingkungan Eksternal Kegiatan Usaha:

1. Perekonomian Global dan Kerjasama Internasional (Ekonomi)

2. Pembangunan dan Perekonomian Nasional (Ekonomi)

3. Politik, Hukum dan Perundang-Undangan (Non-Ekonomi)

4. Teknologi (Non-Ekonomi)

5. Demografi, Sosial dan Budaya (Non-Ekonomi)

Selanjutnya untuk  membangun sebuah badan usaha, terdapat beberapa prosedur peraturan perizinan, yaitu :

1. Tahapan pengurusan izin pendirian

Bagi perusahaan skala besar hal ini menjadi prinsip yang tidak boleh dihilangkan demi kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan. Hasil akhir pada tahapan ini adalah sebuah izin prinsip yang dikenal dengan Letter of Intent yang dapat berupa izin sementara, izin tetap hinga izin perluasan. Untk beerapa jenis perusahaan misalnya, sole distributor dari sebuah merek dagang, Letter of Intent akan memberi turunan berupa Letter of Appointment sebagai bentuk surat perjanjian keagenan yang merupakan izin perluasan jika perusahaan ini memberi kesempatan pada perusahaan lain untuk mendistribusikan barang yang diproduksi. Berikut ini adalah dokumen yang diperlukan, sebagai berikut :

• Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

• Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

• Bukti diri

Selain itu terdapat beberapa Izin perusahaan lainnya yang harus dipenuhi :

• Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), diperoleh melalui Dep. Perdagangan

• Surat Izin Usaha Industri (SIUI), diperoleh melalui Dep. Perindustrian

• Izin Domisili

• Izin Gangguan.

• Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

• Izin dari Departemen Teknis

2. Tahapan pengesahan menjadi badan hukum

Tidak semua badan usaha mesti ber badan hukum. Akan tetapi setiap usaha yang memang dimaksudkan untuk ekspansi atau berkembang menjadi berskala besar maka hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin atas kegiatan yang dilakukannya tidak boleh mengabaikan hukum yang berlaku. Izin yang mengikat suatu bentuk usaha tertentu di Indonesia memang terdapat lebih dari satu macam. Adapun pengakuan badan hukum bisa didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), hingga Undang-Undang Penanaman Modal Asing ( UU PMA ).

3. Tahapan penggolongan menurut bidang yang dijalani

Badan usaha dikelompokkan kedalam berbagai jenis berdasarkan jenis bidang kegiatan yang dijalani. Berkaitan dengan bidang tersebut, maka setiap pengurusan izin disesuaikan dengan departemen yang membawahinya seperti kehutanan, pertambangan, perdagangan, pertanian dsb.

4. Tahapan mendapatkan pengakuan, pengesahan dan izin dari departemen lain
yang terkait

Departemen tertentu yang berhubungan langsung dengan jenis kegiatan badan usaha akan mengeluarkan izin. Namun diluar itu, badan usaha juga harus mendapatkan izin dari departemen lain yang pada nantinya akan bersinggungan dengan operasional badan usaha misalnya Departemen Perdagangan mengeluarkan izin pendirian industri pembuatan obat berupa SIUP. Maka sebgai kelanjutannya, kegiatan ini harus mendapatkan sertifikasi juga dari BP POM, Izin Gangguan atau HO dari Dinas Perizinan, Izin Reklame.

Draft Kontrak Kerja IT

1. Masa Percobaan

Masa percobaan dimaksudkan untuk memperhatikan calon buruh (magang), mampu atau tidak untuk melakukan pekerjaan yang akan diserahkan kepadanya serta untuk mengetahui kepribadian calon buruh (magang).

2. Yang Dapat Membuat Perjanjian Kerja

Untuk dapat membuat (kontrak) perjanjian kerja adalah orang dewasa.

3. Bentuk Perjanjian Kerja

Bentuk dari Perjanjian Kerja untuk waktu tertentu berbeda dengan perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu.

4. Isi Perjanjian Kerja

Pada pokoknya isi dari perjanjian kerja tidak dilarang oleh peraturan perundangan atau tidak bertentangan dengan ketertiban atau kesusilaan. Dalam praktek, pada umumnya isi perjanjian kerja biasanya mengenai besarnya upah, macam pekerjaan dan jangka waktunya.

5. Jangka Waktu Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tertentu

Dalam perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu, dapat diadakan paling lama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang hanya 1 (satu) kali saja dengan waktu yang sama, tetapi paling lama 1 (satu) tahun. Untuk mengadakan perpanjangan pengusaha harus memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada buruh selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kerja untuk waktu tertentu tersebut berakhir.

Perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diperbaharui hanya 1 (satu) kali saja dan pembeharuan tersebut baru dapat diadakan setelah 21 (dua puluh satu) hari dari berakhirnya perjanjian kerja untuk waktu tertentu tersebut.

6. Penggunaan Perjanjian Kerja

Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat diadakan untuk pekerjaan tertentu yang menurut sifat, jenis atau kegiatannya akan selesai dalam waktu tertentu.

7. Uang Panjar

Jika pada suatu pembuatan perjanjian kerja diberikan oleh majikan dan diterima oleh buruh uang panjar, maka pihak manapun tidak berwenang membatalkan kontrak (perjanjian) kerja itu dengan jalan tidak meminta kembali atau mengembalikan uang panjar (Pasal 1601e KUH Perdata). Meskipun uang panjar dikembalikan atau dianggap telah hilang, perjanjian kerja tetap ada.

sumber

Permalink Leave a Comment

Peraturan dan Regulasi UU No. 36 tentang Telekomunikasi

November 18, 2011 at 7:21 pm (Tugas)

Peraturan dan Regulasi pada UU No. 36 tentang Telekomunikasi dapat dijelaskan sebagai berikut;

  1. Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio atau sistem elektromagnetik lainnya;
  2. Alat telekomunikasi adalah setiap alat perlengkapan yang digunakan dalam bertelekomunikasi;
  3. Perangkat telekomunikasi adalah sekelompok alat telekomunikasi yang memungkinkan bertelekomunikasi;
  4. Sarana dan prasarana telekomunikasi adalah segala sesuatu yang memungkinkan dan mendukung berfungsinya telekomunikasi;
  5. Pemancar radio adalah alat telekomunikasi yang menggunakan dan memancarkan gelombang radio;
  6. Jaringan telekomunikasi adalah rangkaian perangkat telekomunikasi dan kelengkapannya yang digunakan dalam bertelekomunikasi;
  7. Jasa telekomunikasi adalah layanan telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhan bertelekomunikasi dengan menggunakan jaringan telekomunikasi ;
  8. Penyelenggara telekomunikasi adalah perseorangan, koperasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), badan usaha swasta, instansi pemerintah, dan instansi pertahanan keamanan negara;
  9. Pelanggan adalah perseorangan, badan hukum, instansi pemerintah yang menggunakan jaringan telekomunikasi dan atau jasa telekomunikasi berdasarkan kontrak;
  10. Pemakai adalah perseorangan, badan hukum, instansi pemerintah yang menggunakan jaringan telekomunikasi dan atau jasa telekomunikasi yang tidak berdasarkan kontrak;
  11. Pengguna adalah pelanggan dan pemakai;
  12. Penyelenggara telekomunikasi adalah kegiatan penyediaan dan pelayanan telekomunikasi sehingga memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi;
  13. Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi adalah kegiatan penyediaan dan atau pelayanan jaringan telekomunikasi yang memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi;
  14. Penyelenggaraan jasa telekomunikasi adalah kegiatan penyediaan dan atau pelayanan jasa telekomunikasi yang memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi;
  15. Penyelenggaraan telekomunikasi khusus adalah penyelenggaraan telekomunikasi yang sifat, peruntukan, dan pengoperasiannya khusus;
  16. Interkoneksi adalah keterhubungan antarjaringan telekomunikasi dari penyelenggara jaringan telekomunikasi yang berbeda;
  17. Menteri adalah Menteri yang ruang lingkup tugas tanggungjawabnya di bidang telekomunikasi.

ASAS DAN TUJUAN

Telekomunikasi diselenggarakan berdasarkan asas manfaat, adil dan merata, kepastian hukum, keamanan, kemitraan, etika, dan kepercayaan pada diri sendiri. Selanjutnya, Telekomunikasi juga diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintahan, serta meningkatkan hubungan antarbangsa.

menurut saya berdasarkan UU tersebut tentang telekomunikasi,disana tidak terdapat batasan dalam penggunaan teknologi informasi,karena penggunaan teknologi informasi sangat berpeangaruh besar untuk negara kita,itu apa bila dilihat dari keuntungan buat negara kita karena kita dapat secara bebas memperkenalkan kebudayaan kita kepada negara-negara luar untuk menarik minat para turis asing. selain itu dengan telekomunikasi juga dapat mencerdaskan masyarakat bangsa Indonesia dan sebagai alat pemersatu bangsa.

sumber

Permalink 1 Comment

Pendekatan Perancangan Sistem

November 9, 2011 at 9:15 am (Tugas)

KONSEP PERANCANGAN TERSTRUKTUR

Pendekatan perancangan terstruktur dimulai dari awal 1970.
Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknikteknik
(techniques) yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem,
sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan diperoleh
sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas.
Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan yang komplek di
organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akam mudah untuk
dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai
dokumentasi yang baik, tepat waktu, sesuai dengan anggaran biaya
pengembangan, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya
akan lebih baik (bebas kesalahan)

Pendekatan terstruktur mengenalkan penggunaan
alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan
sistem yang terstruktur
􀂄 Tujuan pendekatan terstruktur adalah agar pada
akhir pengembangan perangkat lunak dapat
memenuhi kebutuhan user, dilakukan tepat waktu,
tidak melampaui anggaran biaya, mudah
dipergunakan, mudah dipahami dan mudah dirawat
􀂄 Teknik terstruktur, merupakan pendekatan formal
untuk memecahkan masalah-masalah dalam
aktivitas bisnis menjadi bagian-bagian kecil yang
dapat diatur dan berhubungan untuk kemudian
dapat disatukan kembali menjadi satu kesatuan
yang dapat dipergunakan untuk memecahkan
masalah.

Ciri-ciri utama yang mendukung pendekatan
terstruktur
􀂄 dilakukan secara iterasi
dengan iterasi akan didapat hasil yang lebih baik, terlalu
banyak iterasi juga akan menurunkan hasilnya dan
menunjukkan bahwa tahap sebelumnya tidak dilakukan
dengan baik
􀂄 kegiatan dilakukan secara paralel
pengembangan subsistem-subsistem dapat dilakukan
secara paralel, sehingga akan memperpendek waktu
pengembangan sistem
􀂄 menggunakan CASE (Perangkat Lunak Pendukung
Proses Pengembangan)
dengan CASE (computer aided software engineering)
memungkinkan analis dapat membangun sistem dan
menghasilkan executable secara otomatis

Alat dan Teknik Pengembangan
Sistem
􀂄 Alat yang digunakan dalam suatu metodologi
umumnya berupa gambar atau diagram atau
grafik agar lebih mudah dimengerti. Selain
berbentuk gambar, alat yang digunakan juga
tidak berupa gambar misalnya kamus data,
struktur inggris, pseudocode atau formulir-formulir
untuk mencatat atau menyajikan data

Alat-alat pengembangan sistem yang
berbentuk Diagram
a.Diagram HIPO (Hierarchy plus Input-Proces-Output)
b.Diagram aliran data (DFD/Data Flow diagram)
c.Diagram keterhubungan entitas (ERD/Entity Relationship
Diagram)
d.Diagram Perubahan status (STD/State Transition
Diagram)
e.Structured Chart
f. Diagram SADT (Structured Analysis and Design
Techniques)
g.Diagram Warnier/Orr
h.Diagram Jakson’s
i. Diagram UML

Keuntungan pendekatan terstruktur :
– Mengurangi kerumitan masalah (reduction of complexity).
– Konsep mengarah pada sistem yang ideal (focus on ideal).
– Standarisasi (standardization).
– Orientasi ke masa datang (future orientation).
– Mengurangi ketergantungan pada disainer (less reliance on artistry).

Definisi Sistem Berorientasi Objek
􀂄 Sebuah sistem yang dibangun dengan
berdasarkan metode berorientasi objek
adalah sebuah sistem yang komponennva
dibungkus (dienkapsulasi) menjadi kelompok
data dan fungsi.
􀂄 Setiap komponen dalam sistem tersebut
dapat mewarisi atribut dan sifat dan
komponen lainnva. dan dapat berinteraksi
satu sama lainnva.

Karakteristik Sistem Berorientasi Objek
Karakteristik atau sifat-sifat yang dipunvai sebuah
sistem berorientasi objek adalah:
􀂉 Abstraksi
􀂄 Prinsip untuk merepresentasikan dunia nvata yang kompleks
menjadi satu bentuk model yang sederhana dengan
mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak sesuai dengan
permasalahan.
􀂉 Enkapsulasi
􀂄 Pembungkusan atribut data dan lavanan (operasi-operasi)
yang dipunvai objek. untuk menvembunvikan implementasi
dan obj ek sehingga obj ek lain tidak mengetahui cara kerjanya.
􀂉 Pewarisan (Inheritance)
􀂄 Mekanisme yang memungkinkan satu objek (baca: kelas’)
mearisi sebagian atau seluruh definisi dan objek lain sebagai
bagian dan dirinva.
Reusabilily
􀂄 Pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk
suatu permasalahan pada permasalahan lainnva yang
melibatkan objek tersebut.
􀂉 Generalisasi dan Spesialisasi
􀂄 Menunjukkan hubungan antara kelas dan objek yang
umum dengan kelas dan objek yang khusus.
􀂉 Komunikasi Antar Objek
􀂄 Komunikasi antar objek dilakukan lewat pesan (message)
yang dikirim dan satu objek ke objek lainnya.
􀂉 Polymorphism
􀂄 Kemampuan suatu objek untuk digunakan di banvak tujuan
yang berbeda dengan nama yang sama sehingga
menghemat baris program.

Mengapa Metodologi Berorientasi Objek?
Metode berorientasi objek banvak dipilih karena:
􀂄 Metodologi lama banvak menimbulkan masalah
􀂄 Adanva kesulitan pada saat mentransformasi hasil
dari satu tahap pengembangan ke tahap berikutnva.
misalnva pada metode Structured Analysis and
Design.
􀂄 Jenis aplikasi yang dikembangkan saat ini berbeda
dengan masa lalu Aplikasi yang dikembangkan pada
saat ini sangat beragam (aplikasi bisnis. real-time,
utility, dan sebagainva) dengan platform yang
berbeda-beda, sehingga menimbulkan tuntutan
kebutuhan metodologi pengembangan yang dapat
mengakomodasi ke semua jenis aplikasi tersebut.

Keuntungan Metodologi Berorientasi Objek
􀂄 Meningkatkan produktivitas
􀂉 Karena kelas dan objek yang ditemukan dalam suatu masalah
masih dapat dipakai ulang untuk masalah lainnva yang melibatkan
objek tersebut (reusable).
􀂄 Kecepatan pengembangan
􀂉 Karena sistem yang dibangun dengan baik dan benar pada saat
analisis dan perancangan akan menyebabkan berkurangnva
kesalahan pada saat pengkodean.
􀂄 Kemudahan pemeliharaan.
􀂉 Karena dengan model objek. pola-pola yang cenderung tetap dan
stabil dapat dipisahkan dan pola-pola yang mungkin sering berubahubah.
􀂄 Adanva konsistensi
􀂉 Karena sifat pewarisan dan penggunaan notasi yang sama pada
saat analisis, perancangan maupun pengkodean.
􀂄 Meningkatkan kualitas perangkat lunak
􀂉 Karena pendekatan pengembangan lebih dekat dengan dunia nvata
dan adanva konsistensi pada saat pengembangannva, perangkat
lunak yang dihasilkan akan mampu memenuhi kebutuhan pemakai
serta mempunvai sedikit kesalahan.

Jenis Perangkat Pemodelan
􀂄 Diagram Arus Data (DFD)
􀂉 Menunjukkan proses yang dijalankan data dalam sistem
􀂄 Kamus Data
􀂉 Definisi elemen data dalam sistem
􀂄 Entity Relationship Diagram (ERD)
􀂉 Model penyimpanan data dalam DFD
􀂄 State Transition Diagram (STD)
􀂉 Menunjukkan keadaan tertentu dimana suatu sistem dapat
ada dan transisi yang menghasilkan keadaan tertentu yang
baru. STD digunakan untuk sistem yang real time.
􀂄 Unified Modelling Language (UML)
􀂉 Digunakan untuk pemrograman berorientasi objek

Permalink Leave a Comment

Next page »