Mencicipi LePad, Tablet Android dari Lenovo

January 11, 2011 at 5:59 am (News)

Las Vegas – Dalam showcase Lenovo, yang digelar bertepatan dengan Consumer Electronic Show 2011, Las Vegas, detikINET berkesempatan mencicipi tablet LePad dan laptop hybrid U1.

LePad, namanya mungkin berubah saat didistribusikan di luar China, adalah full tablet pertama dari Lenovo yang menggunakan sistem operasi Android. Perangkat ini pertama kali diperkenalkan pada 2010, namun ketika itu masih menggunakan Linux.

Sedangkan U1 merupakan paket yang menggabungkan LePad dalam sebuah laptop. Bagian layarnya bisa dicopot menjadi LePad, sedangkan bagian bawahnya adalah notebook berbasis Windows 7.

LePad

Kesan pertama yang muncul saat detikINET mencobanya adalah layar sentuhnya yang sangat responsif saat menjalankan Android. Agaknya Lenovo berhasil mengoptimalkan prosesor Qualcomm Snapdragon di dalamnya dengan Android 2.2 dengan tampilan custom.

Layar pembuka LePad berupa sebuah bidang yang dibelah empat. Di bagian tengahnya ada sebuah icon yang bisa digeser untuk mengubah ukuran keempat bagian layar.

Setiap bagian layar itu memiliki fungsi yang berbeda. Dalam perangkat yang dicoba detikINET, masing-masing area menunjukkan aplikasi, koleksi musik, koleksi video dan e-book.

Jika layar digeser, dengan menyapu jari di sepanjang permukaan layar, ke kiri adalah tempat widget Lenovo. Sedangkan ke kanan akan membuka koleksi aplikasi.

Lucunya, meski memakai Android, LePad tidak memiliki akses ke Android Market. Namun instalasi aplikasi lewat .apk tetap bisa dilakukan. Selain itu aplikasi juga tersedia lewat toko aplikasi Lenovo.

Salah satu aplikasi yang berjalan adalah game seperti Angry Birds. Selain itu kebanyakan aplikasi masih berbahasa China, sesuai tempat peluncuran pertamanya.

U1

Jika diletakkan pada dock U1, tablet LePad bisa berubah menjadi layar untuk menjalankan sistem Windows 7 yang ada di U1. Hal ini dilakukan cukup dengan menggeser sebuah switch di depan layar.

Perpindahan dari Android ke Windows 7 terbilang lancar. Meskipun butuh waktu beberapa saat di mana layar sempat gelap sepersekian detik.

Dalam modus Windows 7, layar sentuh masih tetap bisa digunakan. Namun tingkat responsifnya sedikit menurun dibandingkan saat memakai Android.

File yang tersimpan di dalam LePad bisa diakses melalui U1. Hal ini dilakukan lewat aplikasi LeNav dengan sistem sinkronisasi.

Saat LePad dicopot kembali, tubuh U1 masih bisa digunakan secara penuh. Cukup sambungkan ke monitor eksternal atau perangkat display lainnya, perangkat dengan prosesor Intel ULV ini bisa bekerja normal.

Kesimpulannya, LePad dan U1, bisa jadi alternatif tablet yang cukup baik. Tentunya harus didukung oleh ketersediaan aplikasi serta konten.

Juga, tak kalah penting, masih perlu dilihat apakah nantinya Lenovo bisa menghadirkan perangkat 2-in-1 ini dalam skema harga yang ‘masuk akal’.

Lenovo mengatakan LePad dan U1 akan dipasarkan di China pada 2011 ini. Setelah itu, kemungkinan perangkat ini akan dihadirkan secara global sesuai kesiapan ekositem di masing-masing negara.

Di China, LePad akan dijual pada kisaran RMB 3499 (kurang lebih Rp 4,75 juta), sedangkan U1 pada kisaran RMB 8888 (sekitar Rp 12 juta).

Spesifikasi:
Prosesor Qualcomm Snapdragon 1.3 Ghz (LePad)
Prosesor Intel CULV
Layar 10.1″
Koneksi 3G pada LePad

sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: